Malam Pertama


Satu hal sebagai bahan renungan kita…
Tuk merenungkan indahnya malam pertama
Tapi bukan malam penuh kenikmatan duniawiah semata
Bukan malam pertama masuk ke peraduan Adam dan Hawa

Justeru malam pertama perkawinan kita dengan Sang Maut
Sebuah malam yang meninggalkan isak tangis sanak
saudara
Hari itu…mempelai sangat dimanjakan
Mandipun… harus dimandikan..

Seluruh badan kita terbuka…
Tak ada sehelai benangpun menutupinya. .
Tak ada sedikitpun rasa malu…
Seluruh badan digosok dan Continue reading

KEMBALI


Diatas hamparan munajat

tertegun hati terdiam bahasa

entah apa yang terpikirkan

tak tahu tuk meminta

tak mengerti bahasa untuk bicara

 

semakin jauh melangkah

semakin jauh pula tersesat

saat sadar terpaku dan terhenti langkah

namun tak tahu kemana harus melangkah

tlah letih dan habis daya

tak mungkin kembali dan mengganti masa

 

butir-butir kerinduan membelah raut yang makin surut

butiran – butiran penyesalan yang kiat kuat

menusuk perlahan dengan tajam

mengorek keangkuhan yang kelam

 

terhanyut hati dalam kerinduan

pecah sudah bahasa hati

menyeruak melewati pekat yang menghalang

bahasa hati berkata ingin pulang

hingga tak ingin lagi mengulang

 

( Tuhan ampunilah segala kesalahan hamba )

 

Created by Yono : 14 Nov 2011