Untuk engkau, temanku…..

Posted on Updated on


Teman…….
Banyak sesuatu yang terjadi. Apa yang telah kita jalin, apa yang telah kita alami bersama. Semua adalah bagian dari apa yang telah kita putuskan bersama. Tawa, canda, kebahagian, duka, kesedihan kadang rasa geram. Semua adalah bagian dari perjalanan kita. Itulah kehidupan kita didunia ini…..
Teman…….
Begitu ingin rasa hati agar kita dapat selalu
bersama dalam segala keadaan suka, duka, bahagia maupun saat derita melanda. Kebersamaan yang ingin kita jaga. Namun teman tak ‘kan mudah kita selalu bersama ‘tuk satukan hati. Karena hakikat semua adalah perjuangan. Bukan hanya didunia, aku ingin kita tetap bersama hingga kesurga diakhirat kelak.
Teman…….
Jika perpisahan menghampiri kita, jangan lah kau bersedih. Karena tiada segala sesuatu akan kekal. Perpisahan kita adalah bagian dari fitrah kehidupan ini. Tak ada yang kekal. Ada suka ada duka, ada pagi ada siang, ada pertemuan juga ada perpisahan. Jikalau raga kita tiada pernah ‘kan bersama maka satukan hati kita ‘tuk tetap melangkah bersama.
Teman………
Betapa hati teramat mencintaimu, betapa kerinduan hati untuk membina jalinan yang tiada ‘kan pernah sirna.
Teman……..
Banyak sesuatu yang akan terjadi dalam mengarungi kehidupan ini. Maka siapkanlah dirimu untuk menghadapi setiap kemungkinan yang akan terjadi. Kebahagiaan adalah ujian hati. Janganlah engkau dilalaikan dengan rasa itu. Sehingga engkau lupa bahwa engkau harus tetap berbuat dan berada dalam kebaikan. Kebaikan bukan atas apa yang engkau inginkan semata. Karena kebaikan itu adalah nilai yang telah ditetapkanNya. Jangan perturutkan nafsumu terhadap dunia ini. Karena dunia ini dipenuhi dengan “lubang – lubang” yang tertutup daun.yang engkau akan sulit membedakan antara kebaikan dan keburukan. Yang jika engkau tidak sangat hati-hati dalam melangkahkan kakimu, engkau akan masuk kedalamnya. Dan sulit engkau untuk keluar darinya.Waspadalah terhadap dunia ini. Karena banyak “lubang – lubang” nafsu yang lebih terlihat sebagai “kebebasan” atas hak kita, padahal itu adalah sebuah lubang yang akan membuat kita makin terperosok dalan kehinaan. Baik didunia ini terlebih diakhirat kelak.Jangan lupakan bahwa engkau akan kembali padaNya saat Dia memanggilmu dan kemudian akan minta pertanggungjawabanmu atas apa yang telah engkau perbuat saat engkau didunia.
Teman……..
Saat kesedihan menghampirimu, maka janganlah engkau terlalu bersedih. Sadarilah bahwa semua yang terjadi dan telah ditetapkan atas diri kita adalah yang terbaik buat kita menurut Nya. Padahal Dialah yang lebih mengetahui tentang diri kita, apa yang akan terjadi pada diri kita dan apa yang terbaik buat kita, Dia yang Maha Tahu. Yakinlah bahwa setelah kesulitan pasti akan ada kemudahan yang menanti. Jangan bawa dirimu karena perasaan yang kamu rasakan dengan melakukan kemaksiatan hanya untuk melampiaskan perasaanmu. Maka semakin engkau lakukan itu tiada pernah engkau akan mendapatkan ketenangan jiwa dan perasaan hatimu akan semakin menderita. Maka tiada sesuatu yang harus engkau lakukan kecuali engkau kembali mendekatkan diri, merapatkan jiwamu padaNya. “Bercinta” denganNya, “bermesraan” denganNya, berduaan denganNya kala orang lain sedang sibuk dengan urusan masing–masing. Lupakan dunia ini sementara, berkunjung ke dalam kedamaian bersamaNya pada pelukan kasih sayangNya. Semakin engkau mendekatkan dirimu pada Nya, maka Dia pun akan semakin mendekat padamu.
Teman……..
Usia yang diberikan pada kita adalah sesuatu yang harus dapat kita manfaatkan. Usia kita bisa menjadi sebuah rahmat dariNya dapat pula sebuah musibah bagi kita. Bukan atas usia yang diberikan pada kita itu oleh Nya namun tergantung bagaimana kita memanfaatkan usia kita.
Teman…….
Kita semua akan kembali ke kampung halaman kekekalan yaitu akhirat. Itu adalah ujung kehidupan. Karena setelahnya tak ada fase kehidupan lagi. Bisa surga bisa juga neraka. Semua tergantung kita. Kita tinggal memilihnya. Dunia ini adalah persinggahan sementara, karena kita hidup disini hanya 1/12,5 hari akhirat, itupun jika usia kita mencapai 80 tahun. Atau jika hari dunia ini sebagai ukuran kita maka sesungguhnya kita hidup hanya selama 2 ( dua ) jam saja dalam 24 jam. Maka itu adalah waktu yang teramat singkat sekali temanku.
Teman……..
Usia yang diberi kepadamu haruslah engkau syukuri. Dengan memanfaatkan untuk kebaikan akhirat (kampung halaman ). Bukan dengan kata- kata diplomatis yang diciptakan oleh manusia yang tak tahu hakikat kehidupan. Mereka berkata “Waktu hanya sebentar, maka gunakanlah untuk “bersenang-senang” karena setelah ini tak ada kesempatan lagi.” Atau ada juga mereka yang bilang, “Mumpung masih muda manfaatkan hidup dengan “bersenang-senang” karena kalau sudah tua atau sudah berkeluarga kita tak akan bisa lagi.”
Bukan itu temanku, sungguh bukan itu…..
Janganlah engkau terbawa oleh kata-kata mereka………
Gunakan hidup yang sebentar ini untuk hanya berbuat kebaikan yang telah ditentukan Nya. Karena semua “ukuran” adalah kepunyan Nya. Gunakan masa mudamu untuk berbuat kebaikan. Bahkan Dia berjanji untuk memberikan naunganNya kepada pemuda/pemudi yang pada usia mudanya digunakan untuk berbuat kebaikan dan mendekatkan diri pada Nya. Karena pada usia mudalah godaan kemaksiatan sangat banyak. Maka siapa yang mampu untuk menahan nafsunya maka janji Nya adalah kebaikan kehidupan akhirat.
Teman……..
Tiada pernah tahu dan tak akan pernah tahu kita sampai hitungan berapa usia kita. Bisa jadi saat beberapa tahun kedepan saja, beberapa bulan kedepan saja, beberapa minggu kedepan saja, beberapa hari kedepan saja, beberapa jam kedepan saja, beberapa menit kedepan saja, beberapa detik kedepan saja usia kita akan berakhir. Bahkan setelah kita sampai dirumah nanti, atau dalam perjalanan nanti saat pulang ke rumah atau setelah dan tengah membaca tulisan ini usia kita ‘kan berakhir. Ajal ‘kan segera menjemput kita tanpa permisi. Maka setelah itu semua akan terpisah temanku. Ruhmu ‘kan terpisah dari tubuhmu.

Orang tuamu, engkau akan terpisah darinya dan tak akan bertemu lagi, hingga yang engkau ingat atas mereka adalah saat berbuat kesalahan terhadap mereka. Mereka menegurmu dengan kasih sayang, namun engkau meremehkan perkataan mereka, saat engkau merasa lebih bahagia bersama teman – temanmu dari pada bersama mereka. Engkau menegur mereka saat engkau mengalami masalah dengan teman-temanmu. Saat mereka sakitpun, engkau tinggalkan mereka, engkau lebih mementingkan pergi bersama teman – temanmu dari pada merawat orang tuamu sendiri. Saat mereka menasehatimu dengan angkuh engkau menjawab mereka dengan mengatakan bahwa engkau telah dewasa dan bebas menentukan pilihan hidup sendiri. Tanpa sadar engkau menyakiti hati mereka, engkau remehkan mereka. Begitu juga dengan apa yang pernah engkau miliki, engkau akan berpisah dengannya dan tak akan pernah bersama lagi.
Teman …….
Kematian itu pasti atas kita, maka siaplah untuk itu setiap saat karena kita tiada pernah tahu kapan kita akan mati. Maka temanku gunakan sisa usia kita untuk kebaikan. Karena setiap kita berjalan mendekati maut/kematian itu sendiri. Kembalilah engkau kepada orang tuamu dengan kasih sayangmu kepada mereka. Merekalah yang mendidikmu, merekalah yang memberi kasih sayangnya dan memberikan cintanya tanpa pernah berharap sedikitpun padamu untuk engkau membalas apa yang telah mereka korbankan. Cintailah mereka temanku, karena keridhoan Nya tergantung dari keridhoan orang tua kita terhadap diri kita.
Teman……
Betapa aku mencintaimu. Sehingga aku menuliskan semua ini. Aku hanya berharap jika kita tidak dapat berkumpul saat didunia ini kita dapat bersama lagi saat diakhirat, saat disurga. Karena akupun tiada pernah tau apa yang akan terjadi pada diriku sendiri.

Created by Yono,06-03-06

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s