Tingkat Kepribadian Manusia

Posted on


Sebagai manusia sekaligus hamba Allah hendaknya kita selalu berusaha untuk menjadi lebih baik dari waktu ke waktu. Yaitu dengan meningkatkan kepribadian diri disamping juga tetap harus terus menimba ilmu. Adapun kepribadian sesorang terbagi menjadi beberapa kepribadian. Yang harus kita renugkan dan pikirkan adalah pada tingkat kepribadian manakah kita..?? ini adalah sebuah pertanyaan besar dan PR buat kita masing-masing untuk tampil lebih baik dari hari ke hari.

Tingkat kepribadian manusia terdiri dari

  1. An-Nafs al-Ammarah

Pada tingkat ini manusia cenderung condong pada hasrat dan kenikmatan dunia, minatnya tertuju pada pemeliharaan tubuh, kenikmatan selera-selera jasmani dan pemanjaan ego. Ditingkat ini iri, serakah, sombong, nafsu seksual, fitnah, dusta, marah dan sejenisnya menjadi yang paling dominan.

  1. An-Nafs al-Lawwamah

Pada tingkat ini manusia sudah mulai melawan nafsu jahat yang timbul, meski ia masih bingung tentang tujuan hidupnya. Jiwanya sudah melawan hasrat-hasrat rendah yang muncul. Diri masih menjadi subyek yang dikendalikan hasrat-hasrat yang bersifat fisik, ia sering tertipu oleh muslihat dunia yang sementara ini.

  1. An-Nafs al-Mulhima

Pada tingkat ini manusia sudah menyadari cahaya sejati tidak lain adalah petunjuk Allah. Semangat taqwa dan mencari ridho Allah adalah semboyannya. Ia tidak lagi mencari kesalahan-kesalahan orang lain tetapi ia selalu instropeksi untuk menjadi hamba Allah yan lurus ia selalu zikir dan mengikuti sunah nabi Muhammad saw.

  1. An-Nafs al-Qana’ah

Pada tingkat ini hati telah mantap, merasa cukup dengan apa yang dimilikinya dan tidak tertarik dengan apa yang dimiliki oleh orang lain. Ia sudah tidak ingin berlomba untuk menyamai orang lain. Ketingalan ‘status’ baginya bukan berarti keterbelakangan dan kebodohan. Ia menyadari bahwa ketidak puasan atas segala sesuatu yang telah ditetapkan Allah menunjukkan keserakahan dan ketidak matangan pribadi. Pada tingkat ini, manusia mengetahui bahwa seseorang tidak dapat memperoleh kebaikan apapun kecuali dengan kehendak Allah. Hanya Allah yang mengetahui apa yang terbaik dalam situasi apapun.

  1. An-Nafs al-Mut’mainnah

Pada tingakt ini manusia menemukan kabahagiaan dalam mencintai Allah swt. ia tidak ingin memperolah ‘pengakuan’ dari masyarakat ataupun tentang tujuannya. Jiwanya telah tenang terbebas dari ketegangan, karena pengetahuannya telah mantap bahwa segala sesuatu akan kembali pada Allah. Ia benar-benar telah memperoleh kualitas yang sangat baik dalam ketenangan dan keheningan.

  1. An-Nafs ar-Radiya

Ini adalah ciri tambahan bagi jiwa yang tenang dan puas. Ia merasa bahagia karena Allah ridho padanya. Ia selalu waspada akan tumbuhnya keengganan yang paling sepele terhadap kodratnya sebagai abdi Tuhan. Ia menyadari bahwa Islam adalah fitrah insan dan ia pun haqqul yaqin pada firman Allah, “….Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu amat baik bagimu ……”

Ia patuh pada Allah semata-mata hanya sebagai perwujudan rasa terima kasihnya.

  1. An-Nafs al-Kalimah

Ini adalah tingkat manusia yang tleah sempurna (al insan al Kamil). Kesempurnaannya adalah kesempurnaan moral yang telah bersih dari semua hasrat kejasmanian sebagai hasil kesadaran murni akan pengetahuan yang sempurna tentang Allah. “selubung diri” nya telah terbuka hanya mengikuti kesadaran Ilahi. Nabi Muhammad adalah contoh manusia yang telah sampai pada tingkat ini. Kepribadiannya mengungkapkan segala hal yang mulia adalah kodrat manusia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s