Fiqh Haid…( akhir )

Posted on


F.     HUKUM  HAID & NIFAS

1.  Orang yang sedang haid dan nifas wajib mandi setelah usai haid dan nifas

“Akan tetapi tinggalkanlah sholat sewaktu hari-hari haidmu, kemudian mandilah dan sholatlah” (HR. Bukhory)     Dan Al Baqarah “ 222

2.        Baligh, artinya wanita yang telah mendapatkan  haid ia menjadi orang yang baligh dan terikat dengan segala hukum-hukm dan kewajiban Islam.

3.        Dianggap bersih rahim / tidak hamil, bagi wanita yang dalam masa Iddah

4.        Ukuran Iddah bagi seorang wanita, menurut Hanafiayah dan hanbaliyah, artinya Iddah seorang wanita yang tidak hamil dianggap selesai jika haid ketiga sudah selesai. Menurut Syafi’iyah dam Malikiyah, Iddah wanita yang tidak hamil adalah dianggap selesai jika mulai haid ketiga.

5.        Wajib membayar Kifarat jika melakukan hubungan seksual ( menurut hanbaliyah)

G.            HAL-HAL YANG BOLEH DILAKUKAN OLEH WANITA HAID & NIFAS

1. Bercumbu dengan suami selain bersetubuh

2. Berzikir kepada Allah, kerana tidak ada larangan syari’at mengenai zikir bagi wanita yang haid  dan nifas.

3..Ihram dan Wuquf di Arafah dan amalan-amalan haji lainnya selain Tawaf di Baitullah. Tidak   boleh Tawaf kecuali sesudah suci dan sesudah mandi

4. Saling menyuapi dan memberi minum

Dari Aisyiah;  “Aku minum waktu aku sedang haid. Lalu aku ambil minuman buat Rosulullah.Kemudian aku minumkan kemulut Rosulullah.Nabipun minum (HR. Muslim)

H.            HAL-HAL YANG DILARANG BAGI WANITA HAID DAN NIFAS

1.                    Bersuci dari haid

2.                    Sholat dan puasa

    “Bukankah wanita itu bila haid, ia tidak sholat dan tidak puasa ??” ( HR. Bukhory)

Aisyah berkata ; “Kami mengalami haid dimasa Rosulullah.Kami diperintah untuk mengqada puasa dan  tidak disuruh mengqado sholat” (Bukhory)

3.Thowaf, berdasarkan hadits Nabi pada Aisyah r.a

“Jika kamu sedang haid maka lakukanlah seperti apa yang dilakukanorang-orang yang berhaji,kecuali thowaf di Ka’bah, tunggulah sampai kamu suci” HR. Bukhori

4.  Membaca dan memegang Al Qur’an , Firman Allah

“Tidaklah membacanya kecuali orang-orang yang suci”

“Orang junub,perempuan haid tidak boleh membaca Al Qur’an” (HR. Abu Daud)

Kecuali jika takut Al Qur’an akan tenggelam, terbakar atau terkena najis atau akan berada tangan orang kafir, maka menurut Syfi’iyah wajib membawanya / boleh memegang untuk menyelamatkannya.

 

1.                    Memasuki Masjid, tinggal dan I’tikaf didalamnya, meskipun dengan wudhu. Sabda Rosulullah;

              “Kami tidak memperbolehkan masjid bagi orang yang haid dan junub” HR. Abu Daud

As Syafi’iyah dan Hanbaliyah memperbolehkan wanita haid / nifas melewati (sekedar lewat didalamnya) masjid jika tidak menimbulkan kotoran sebab tetesan darahnya.

2.                    Melakukan hubungan seksual. Firman Allah ; “……janganlah kamu mendekati mereka sebelum mereka suci” Al Baqarah : 222

3.                    Tholaq,Haram menjatuhkan talaq pada masa haid, kerana wanita haid tidak boleh dicerai tapi harus menunggu sampai suci baru bisa dicerai dan ditalaq sebelum dicampuri.

    Sebagaimana dalam sebuah hadits ;

“Bahwa Umar telah mentalaq Istrinya sedang dalam keadaan haid,maka Rosulullah menyuruh agar rujuk lagi dan ditunggu sampai suci” HR. Bukhori

 

KASUS

Jika waktu dhuhur sampai jam 15.00 WIB, kemudian seorang wanita yang haid, suci pada jam 14.55 WIB, sedangkan lima menit lagi waktu dhuhur habis, padahal ia belum mandi,maka bagaimana dengan hukum atas dirinya???

Jawab.

Saat pukul 14.55 WIB adalah waktu dhuhur dan ia telah suci haid, maka ia sudah wajib sholat pada saat itu.Yang jadi masalah adalah saat waktu dhuhurnya tinggal 5 menit, dan akan habis waktu dhuhur jika harus mandi dulu.Maka bagaimana ???   Hendaknya ia bersegera untuk bersuci ( mandi ) kemudian ia melaksanakan sholat dhuhur dilanjutkan sholar Ashar. (menurut sebagian ‘ulama) atau menurut ulama yang lain bahwa melaksanakan sholat pada waktu itu yaitu sholat Ashar baru kemudian sholat Dhuhur.Wallahu’alam.

 

CATATAN

Perbedaan antara orang yang haid dan junub (berhadats besar)

1.        Orang junub diperbolehkan berpuasa sedangkan orang yang haid dilarang puasa

2.        Orang junub mengqodo sholat dan puasa , sedangkan orang yang haid dan nifas hanya mengqodlo puasa.

3.        Diperbolehkan mendekati (bersenang-senang / bersetubuh) dengan istri yang junub, sedangkan dilarang untuk bersenang – senang dengan istri yang haid atau nifas.

One thought on “Fiqh Haid…( akhir )

    Download Kajian said:
    May 19, 2009 at 7:05 am

    assalamu’alaikum, hanya ingin sekedar kasih info kalau ada versi audio dari pembahasan haid ini di blog ane, diantara isinya ada yg beda dengan yang disebutkan ustadz, diantaranya, kalau wanita suci jam 14.55, maka dia mandi besar, kemudian shalat dhuhur dan ashar walaupun mungkin dia sudah masuk waktu ashar. karena waktu shalat dhuhur yang darurat adalah setelah ashar sampai sebelum maghrib (jadi masih bisa shalat dhuhur)
    jazakallah khairan.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s