Surat Alfatihah

Posted on


Ayat 1. “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang*”

=>> Berarti : sya memulai membaca Al Faatihah ini dengan menyebut nama Allah. Tiap-tiap pekerjaan yang baik itu hendaknya dimulai dengan menyebut nama Allah, seperti : Maka, minum, menyembelih binatang untuk dimakan dan sebagainya. Allah ialah Dzat yang Maha Suci, yang berhak disembah dengan sebenar-benarnya; yang tidak membutuhkan makhluk-Nya, tetapi makhluk yang membutuhkan-Nya. Ar Rahmaan ( Maha Pemurah ): salah satu daripada nama Allah, yang memberi pengertian, bahwa Allah melimpahkan karunia-Nya kepada makhluk-Nya, sedang Ar Rahiim ( Maha Penyayang ) memberi pengertian, bahwa Allah senantiasa bersifat rahmat yang menyebabkan Allah selalu melimpahkan rahmat-Nya kepada makhluk-Nya.

ayat 2. “Segala puji* bagi Allah, Tuhan** semesta alam”

=>>* Alhamdu (segala puji). Memuji orang adalah karena perbuatannya yang baik yang dikerjakan dengan kemauannya sendiri. Maka memuji Allah berarti: menyenjung-Nya kerena perbuatan-Nya yang baik. Lain halnya dengan syukur yang berarti: mengakui keutamaan seseorang terhadap nikmat yang diberikannya. Kita menghadapkan segala puji kepada Allah ialah karena Allah adalah sumber dari segala kebaikan yang patut dipuji.

=>>** Robb (Tuhan) berarti: Tuhan yang dita’ati Yang Memiliki, Mendidik dan Memelihara. Lafazh “rabb” tidak dapat dipakai selain untuk Tuhan kecuali kalau ada sambungannya, seperti “rabbulbait” (tuan rumah).

‘Alamiin (semesta alam) : semua yang diciptakan Tuhan yang terdiri dari berbagai-bagai jenis dan macam, seperti : alam manusia, alam hewan, alam tumbuh-tumbuhan, benda-benda mati dan sebagainya. Allah Pencipta semua alam-alam ini.

Ayat 4. “Yang Menguasai hari pembalasan”

=>> Maalik (Yang Menguasai), dengan memanjangkan “mim” ia berati: Pemilik ( yang empunya). Dapat pula dibaca pendek “Malik” (dengan memendekkan “mim”) berarti : Raja.

=>> Yaumiddin (hari pembalasan): hari yang diwaktu itu masing-masing manusia menerima pembalasan amalannya yang baik maupun yang buruk. Yaumiddin disebut juga yaumulqiyamah, yaumulhisaab, yaumuljazaa’, dan sebagainya.

Ayat 5. ” Hanya Engkaulah yang kamu sembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan”.

=>> Na’budu diambil dati kata ‘Ibadat: kepatuhan dan ketundukan yang ditimbulkan oleh perasaan tentang kebesaran Allah, sebagai Tuhan yang disembah, karena keyakinan bahwa Allah mempunyai kekuasaan yang mutlak terhadapnay.

=>> Nasta’iin (minta pertolongan), terambil dari kata isti’aanah: mengharapkan bantuan untuk dapat menyelesaikan suatu pekerjaan yang tak sanggup diselesaikan dengan tenaga sendiri.

==>> Ihdina (tunjukilah kami), terambil dari kata hidayat: memberi petunjuk ke suatu jalan yang benar. Yang dimaksud dengan ayat ini bukan sekedar memberi hidayah saya, tetapi juga memberi petunjuk.

==>> Yang dimaksud dengan “mereka yang dimurkai dan mereka yang sesat” ialah semua golongan yang menyimpang dari ajaran Islam.

One thought on “Surat Alfatihah

    Mulyadi Blacky said:
    March 12, 2013 at 1:41 pm

    ..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s