Mengapa doa kita belum terkabul ?!

Posted on


Lazada Indonesia

Ini pertanyaan yang sering kita ajukan pada diri sendiri. Kita sudah berdoa setiap hari, dan apa yang kita minta bukanlah sesuatu yang jahat atau merugikan orang lain, malahan dapat bermanfaat bagi banyak orang. Tapi mengapa Tuhan tidak mengabulkan doa kita? Padahal orang lain – yang sebenarnya tidak terlalu membutuhkannya, dan mungkin rasa syukurnya kepada Tuhan tidak akan sebesar rasa syukur kita bila kita yang mendapatnya – malah diberi oleh Tuhan.

Ya, mengapa? Mungkin kisah ini akan membantu anda untuk memahami misteri ini….

—–

Alkisah ada dua malaikat yang sedang berkelana. Mereka singgah di rumah sebuah keluarga yang kaya raya dan menginap disitu. Keluarga itu jahat, mereka tidak mau memberikan kamar mansionnya yang megah nan nyaman bagi malaikat-malaikat tersebut, sebaliknya mereka disuruh tidur di lantai gudang bawah tanah yang dingin.

Ketika sedang menata kasur di lantai gudang bawah tanah yang keras, malaikat yang lebih tua melihat ada sebuah lubang di dinding, dan lalu mengambil semen yang ia temukan di gudang itu, lalu menambal lubangnya. Ketika malaikat yang lebih muda bertanya mengapa ia melakukan itu, si malaikat tua menjawab: “Semua di dunia ini tidak selalu seperti kelihatannya”.

Malam berikutnya kedua malaikat itu singgah di rumah reyot milik keluarga petani yang miskin. Namun si petani dan istrinya sangat ramah. Bukan hanya berbagi makanan mereka yang teramat sederhana, petani dan istrinya itu juga mengalah dengan mempersilakan kedua tamunya untuk tidur di tempat tidur mereka yang hangat, sehingga kedua malaikat itu dapat tidur dengan nyenyak malam itu.

Ketika matahari mulai bersinar keesokan paginya, kedua malaikat itu bangun dan mendapatkan sumai istri petani itu menangis tersedu-sedu. Sapi milik mereka satu-satunya, yang selama ini menjadi sumber penghasilan keluarga itu, mereka temukan terbaring mati di ladang pagi itu.

Melihat kejadian memilukan itu, hati malaikat muda dipenuhi kemarahan, dan ia bertanya kepada malaikat tua: “Bagaimana bisa kamu membiarkan semua ini terjadi? Keluarga pertama itu begitu kaya raya dan memiliki segalanya, tetapi kamu tetap menolong mereka”, si malaikat muda mulai melancarkan tuduhannya. “Keluarga kedua hanya memiliki sedikit, tetapi mereka dengan senang hati mau berbagi semua milik mereka dengan kita, dan kamu malahan membiarkan sapi mereka mati!”

“Semua di dunia ini tidak selalu seperti kelihatannya”, malaikat tua menjawab. “Ketika kita menginap di gudang bawah tanah mansion milik orang kaya itu, aku melihat ada emas tersimpan di balik lubang di dinding itu. Karena si pemilik mansion adalah orang yang amat serakah dan tidak mau berbagi hartanya yang berlimpah itu, aku menutup lubang di dinding itu agar ia tidak melihatnya.”

“Lalu tadi malam, ketika kita tidur di ranjang petani itu, aku melihat malaikat kematian datang hendak mengambil nyawa si istri petani. Aku menukarnya dengan sapi mereka. Semua di dunia ini tidak selalu seperti kelihatannya”

Catatan Fanda

Kisah yang bagus dan menggambarkan dengan jelas betapa berbedanya cara pandang kita sebagai manusia dengan sudut pandang Tuhan. Malaikat muda menggambarkan diri kita yang sering marah-marah dan menyalahkan Tuhan karena sesuatu yang ‘buruk’ terjadi pada orang yang berkekurangan, sementara yang berkelimpahan sepertinya selalu menerima yang lebih baik. Sedangkan malaikat tua menggambarkan Tuhan yang lebih tahu kebutuhan manusia dibanding manusia itu sendiri.

Malaikat muda melihat ‘lubang yang ditambal’ sebagai suatu kemurahan hati, sedang ‘sapi yang mati’ sebagai bencana. Memang begitu kan menurut akal sehat manusia? Ya, dan itu tidak salah, karena malaikat muda tidak melihat apa yang dilihat malaikat tua. Ia tidak melihat emas yang ada di balik lubang, maupun malaikat maut yang akan menjemput si istri petani.

Lazada Indonesia

Begitu pun kita, kita melihat semua peristiwa dengan akal sehat kita (dan memang itu sesuai dengan kemampuan kita), kita tak dapat melihat dengan ‘kacamata’ Tuhan. Kita tak tahu apa yang dilihat dan diinginkan Tuhan. Lalu bagaimana agar kita bisa melihat hal yang sebenarnya? Kita tidak bisa, dan kita tidak akan bisa hanya dengan akal sehat kita. Tuhan hanya menghendaki kita untuk percaya kepadaNya dengan IMAN, bahwa Ia akan menyediakan yang terbaik bagi kita, meskipun saat ini kelihatannya itu adalah hal yang buruk. Kita mesti berpikir, barangkali bila itu tidak terjadi, hal yang lebih buruk lagi bisa terjadi.

Kalau begitu, apakah Tuhan itu adil?

Dari kisah itu, sepertinya ada kepincangan. Memang bagi si petani, kehilangan seekor sapi jauh lebih baik daripada kehilangan istrinya. Tapi bagi si orang kaya? Bukankah mendapatkan emas merupakan sesuatu yang baik baginya? Nah, kisah ini mau mengungkapkan pada kita bahwa yang baik di mata kita belum tentu baik di mata Tuhan. Kita menganggap kesuksesan, kekayaan, jabatan, penghargaan adalah sesuatu yang baik. Padahal bagi Tuhan ada yang jauh lebih baik: yaitu iman kita. Jika kesuksesan, kekayaan dsb itu akan menjauhkan kita dari Tuhan, maka itu berarti kesuksesan tsb bukanlah yang terbaik untuk kita.

Jadi bila saat ini anda telah berdoa sekian lama bagi sesuatu yang baik menurut anda, tapi belum dikabulkan juga, mungkin Tuhan punya rencana lain bagi anda. Dan yang pasti, rencana itu pasti lebih baik buat anda. Maka, teruslah berdoa, tapi ubahlah permohonan anda menjadi: “Tuhan, berikanlah apa yang menurutMu terbaik bagiku”. Lalu tunggulah dan lihatlah apa yang terjadi!

Bagaimana menurut anda?

Lazada Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s