Satu nafas yg sebanding dengan lebih dari SEMILYAR tahun…

Posted on Updated on


Seorang wanita tua, bertubuh gemuk, dengan senyum jenaka di sela-sela Pipinya yang bulat, duduk menggelar nasi bungkus dagangannya.

Segera saja beberapa pekerja bangunan dan kuli angkut yang sudah menunggu Sejak tadi mengerubungi dan membuatnya sibuk meladeni.

Bagi mereka menu Dan rasa bukan soal, yang terpenting adalah masalah harganya yang luar biasa murah.

Hampir-hampir mustahil ada orang yang bisa berdagang dengan harga sedemikian rendah. Lalu apa untungnya?

Wanita itu kekeh menjawab” Bisa numpang makan dan bisa sedikit membeli sabun”, tapi bukankah ia bisa menaikkan harga sedikit?

Sekali lagi ia berkekeh” Lalu bagaimana kuli itu bisa beli? Siapa yang mau menyediakan sarapan buat mereka?”katanya sambil menunjukkan para lelaki yang kini berlompatan ke atas truk pengantar mereka ketempat kerja.

Ah, Betapa cantiknya, bila sebongkah misi hidup dipadukan dalam sebuah kerja.

Orang-orang yang memahami benar kehadiran karyanya, sebagaimana wanita tua diatas, Yang bekerja demi setitik kesejahteraan hidup manusia, adalah tiang penyangga yang menahan langit agar tak runtuh.

Merekalah beludru halus yang membuat jalan hidup yang tampak keras berbatu ini menjadi lembut bahkan mengobati luka.

Bukankah demikian tugas kita dalam kerja menghadirkan secercah kesejahteraan bagi sesama.

Ibnu Qudamah -rohimahulloh- mengatakan:

“Manfaatkanlah kehidupanmu yg berharga, dan jagalah waktumu yg bernilai tinggi -semoga Allah merahmatimu-.

Ingatlah bahwa masa hidupmu itu terbatas, dan nafasmu itu terhitung, dan setiap nafas (yg keluar) itu mengurangi bagian dari dirimu.

Umur ini semuanya pendek, dan sisa dari umur itu tinggal sedikit, dan setiap bagian dari umur itu adalah mutiara berharga yang tiada bandingannya dan tiada gantinya, karena dg kehidupan yg sedikit ini akan (didapatkan) keabadian yg tiada akhir; dalam kenikmatan atau dalam azab yg pedih.

Dan jika kau bandingkan kehidupan ini dg keabadian yg tiada akhir itu, kamu akan tahu bahwa setiap nafas itu sebanding dengan lebih dari SEMILYAR tahun; dalam kenikmatan yang tak terbayangkan atau sebaliknya…

Maka, janganlah kamu sia-siakan umurmu -yg merupakan mutiara berharga itu- dengan tanpa amal, dan jangan sampai dia pergi tanpa ganti.

Bersungguh-sungguhlah agar setiap nafasmu tidak kosong dari amal ketaatan atau amal ibadah yg mendekatkanmu (kepada-Nya).

Karena seandainya kamu memiliki suatu perhiasan dunia saja; kamu akan merugi bila dia hilang, lalu bagaimana meruginya bila kamu menyia-nyiakan waktu-waktumu, dan bagaimana kamu tidak sedih karena umurmu hilang tanpa ada ganti?!”.

[Kitab: Ghidza’ul Albab 2/351].

Subhanallah… ternyata setiap nafas Anda itu sangat berharga sekali… Sudahkah Anda menghargainya sesuai dengan nilainya?

Jawablah untuk diri Anda sendiri.

Ditulis oleh Ustadz Musyafa Ad Dariny, MA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s