RAHASIA KEHIDUPAN~(The Secret)

Posted on


Saat kita memberi, kita akan menerima.

Saat kita menolong orang lain, pada saat sama kita sedang menolong diri sendiri.

Apa yang kita lakukan untuk orang lain, sebenarnya kita sedang melakukan untuk diri kita sendiri.

Inilah rahasia kehidupan yang tersembunyi bagi banyak orang.

Bukan karena mereka tidak melihat kebenaran ini, tapi mereka tidak mempercayainya.

Karena itu banyak orang lebih berbahagia menerima daripada memberi.

Lebih suka ditolong daripada menolong. Hidup hanya berpusat kepada diri sendiri.

Αda ilustrasi menarik,

seorang buta sedang berjalan dengan tongkatnya di malam hari. Tangan kanannya memegang tongkat, sementara tangan kirinya membawa lampu. Pemandangan ini cukup mengherankan bagi seorang pria yang kebetulan melihatnya.

Supaya tidak penasaran, pria itu bertanya, “Mengapa anda berjalan membawa lampu?”

Orang buta itu menjawab, “Sebagai penerangan”.

Dengan heran pria iτu bertanya lagi, “Tetapi, bukankah anda buta & tetap tidak bisa melihat jalan meski ada lampu penerangan?”

Orang buta itu tersenyum sambil menjawab, “Meski saya tidak bisa melihat, orang lain melihatnya. Selain membuat jalanan menjadi terang, hal ini juga menghindarkan orang lain untuk tidak menabrak saya”..

Disaat kita melakukan sesuatu untuk orang lain, sebenarnya kita sedang melakukan sesuatu untuk diri kita sendiri.

Kita diingatkan untuk tidak jemu2 berbuat baik. Ini sebuah rahasia kehidupan untuk hidup yang penuh berkah, berkelimpahan & hidup bahagia.

Meski demikian, rahasia kehidupan ini tersembunyi bagi orang2 yang egois, kikir, pelit & melakukan sesuatu berdasarkan apa yang untung bagi dirinya sendiri.

“Apa yang kita lakukan untuk orang lain, suatu saat pasti akan terjadi kepada kita”. Itulah hukum tabur tuai.

Latihan Jelang Ramadhan.

Tinggal hitungan hari lagi Sya’ban akan berlalu. Artinya bulan Ramadhan segera menjelang..

Sudahkah kita membiasakan diri…?

Membiasakan membaca al-Qur’an meski satu halaman.

Sebab Ramadhan disebut juga Syahrul Qur’an…

Melazimkan sedekah walau seribu rupiah.

Karena di Bulan Ramadhan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun sangat ringan ‘tuk bersedekah…

Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata,

كَانَ رَسُولُ اللهِ أَجْوَدَ النَّاسِ وَكَانَ أَجْوَدَ مَا يَكُوْنُ فِي رَمَضَانَ حِيْنَ يَلْقَاهُ جِبْرِيْلُ، وَكَانَ جِبْرِيلُ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ القُرْآنَ، فَإِنَّ رَسُولَ اللهِ n حِيْنَ يَلْقَاهُ جِبْرِيْلُ أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيْحِ الْـمُرْسَلَةِ

 “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam  adalah seorang yang paling dermawan, dan kedermawanan yang paling hebat pada diri beliau adalah di bulan Ramadhan pada saat Malaikat Jibril menemuinya.

Jibril mendatangi beliau di setiap malam untuk mengajarkannya Al-Qur’an.

Dan sungguh (saat itu) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih dermawan daripada angin lepas yang berhembus…”

(HR. Al-Bukhari: 3220, Muslim: 2308)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s