PENGERTIAN HIDUP DI DUNIA – 1 Kesibukan Dibalas 10 Kesibukan.

Posted on


Bagaimanakah seseorang Mukmin memandang dunia?

Dunia ini hanyalah ujian, yang akan menentukan keupayaan menghadapinya, dan pasti seseorang Mukmin berjaya mendidik hatinya di dunia, maka ia mampu menilai tentang akhirat.

Dunia adalah penjara bagi orang-orang Mukmin, kewujudan dunia ini hanyalah ujian yang besar harus ia tempuhi.

Orang Mukmin adalah sebaik-baik makhluk dalam memanfaatkan dunia. Baginya, dunia bukanlah tempat untuk mencari kepuasan lahiriah semata, kerana ada perkara yang lebih penting dari sekadar kesenangan duniawi.

“Ya Sahabih Wa Sahabiah.!”

Manfaatkanlah usia dengan menghitung kajahatan.

Takutilah dengan kejahatan itu akan terhapus segala bekalan menuju hari perhitungan amalan.

Hasan al-Bashri pernah berkata: “Berhati-hatilah kalian dari menyibukkan diri dengan perkara dunia, kerana ia dipenuhi kesibukan. Sesiapa yang berani membuka salah satu pintu kesibukan itu, nescaya nantikanlah 10 pintu kesibukan yang lain akan menyusuli.”

(Hasan al-Bashri (wafat 728) berikut, seperti yang diungkap Ibnu Abi Dunya dalam kitabnya Dzamm ad-Dunya halaman 21)

Dikisahkan dalam lembaran Suhuf Nabi Ibrahim a.s telah berkata: “Wahai dunia betapa hinanya dirimu di mata orang baik, meskipun engkau hiasi dirimu sedemikian rupa.

Percuma saja, kerana Aku telah menyusupkan di hatinya rasa benci dan sikap penolakan terhadapmu. Aku tidak menciptakan sesuatu yang lebih hina di mata-Ku melebihi dirimu.

Apa yang ada padamu hanyalah sesuatu yang tidak bernilai, bahkan dirimu pun akan mengalami kefanaan. Sebab telah Aku putuskan, ketika menciptakanmu, engkau tidak abadi dan tidak ada satu pun yang mampu membuatmu abadi, meskipun para pecintamu sayang terhadapmu.

Sungguh, beruntunglah orang yang baik itu. Ia senantiasa mengingat-Ku dengan penuh:

Ⅰ— Kerelaan serta meredai.

Ⅱ— Kejujuran dalam mentaati.

Ⅲ— Istiqamah di atas kebaikan.

Sungguh, beruntunglah ia. Tak ada balasan di sisi-Ku melainkan cahaya yang akan menuntunnya ketika dibangkitkan dari kubur. Sementara para malaikat akan mengelilinginya hingga Aku penuhi apa yang ia harapkan dari rahmat-Ku.”

Begitulah اللّٰه Yang Maha Pencipta mensifati bumi atau dunia.

(Oleh Ibnu Abi Dunya dalam Dzamm ad-Dunyanya)

“Jika kita mendahuli dunia, pasti akhirat kita akan terlepas, namun jika akhirat yang didahulukan, dunia akan tetap dinikmati.”

Cermati dengan maksud firman Allah ‘‘Azza wa Jalla ini:

“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi” (QS. al-Qashash [28]: 77).

Menurut para ahli tafsir, Ibnu Jarir dalam Jami’ al-Bayannya misalnya, hendaknya harta yang اللّٰه berikan itu digunakan untuk kebaikan akhirat, dengan cara menyumbangkan pada ketaatan dengan tetap memerhatikan bahagian kita di dunia. Ambil dan gunakanlah untuk sesuatu yang akan menyelamatkan pada hari kehidupan yang berkekalan dan menjauhi dari azab اللّٰه.

Dalam petikan yang lain seperti kata as-Sa’di dalam kitab Taisirnya, harta yang diperoleh itu adalah ujian menuju akhirat, maka sebaiknya digunakan untuk mengejar apa yang ada di sisi اللّٰه. Hendaknya disedekahkan dan tidak digunakan untuk pemenuhan syahwat semata. Tidak mengapa jika ingin bersenang-senang dengan dunia, hanya saja jangan sampai membahayakan agama dan akhiratnya.

 Jgn lupa sedekah pagi, minimal dgn dhuha dan senyum tulusMu pada sesama..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s