Keutamaan Sholawat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam Yang Sesuai Sunnah

Posted on


Keutamaan Sholawat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam Yang Sesuai Sunnah adalah ceramah agama dan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc. langsung dari Masjid Al-Barkah, Kompleks Rodja, Jl. Pahlawan, belakang Polsek Cileungsi, Kampung Tengah RT 03 / RW 03, Cileungsi, Bogor. Pada sabtu, 4 Shafar 1440 H / 13 Oktober 2018 M.Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas lanjutan dari apa yang sudah kita bahas. Yaitu Indahnya Bersholawat Sesuai Sunnah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tema ini diangkat untuk membuktikan dan memaparkan kepada khalayak ramai bahwa dakwah salaf tidak anti sholawat. Tetapi bersholawat yang diatas sunnah. Bukan sholawat yang mengada-ada. Bukan sholawat yang mendatangkan keutamaan-keutamaan apabila dibaca sekian kali, maka seperti ini. Oleh karena itu, kita ingin memaparkan keutamaan sholawat dengan hadits-hadits yang shaih. Bukan sembarangan hadits.Pada kesempatan kali ini dibahas tiga poin. Yaitu: 1. Keutamaan bersholawat atas Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. 2. Peringatan keras agar tidak bersholawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan sholawat-sholawat yang bid’ah. 3. Bacaan sholawat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang paling utama.Keutamaan sholawat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallamAdapun keutamaan sholawat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah:Pertama, Mengerjakan perintah Allah subhanahu wa ta’alaApabila ada orang yang bersholawat atas Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, berarti dia mengerjakan perintah Allah subhanahu wa ta’ala. Allah berfirman:…ا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا ﴿٥٦﴾“…Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab[33]: 56)Kedua, mengikuti bersholawatnya Allah atas Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Meskipun seperti yang telah kita pelajari, berbeda sholawat Allah dengan sholawat manusia. Sholawat Allah kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam artinya Allah memuji Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa salam dihadapan para malaikatNya. Adapun sholawat manusia adalah mendo’akan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam agar senantiasa mendapatkan berkah dari Allah subhanahu wa ta’ala.Ketiga, menyepakati sholawatnya para malaikat atas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.Keempat, mendapatkan sepuluh pujian dari Allah subhanahu wa ta’ala tatkala bersholawat sekali atas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً وَاحِدَةً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ عَشْرًا“Barangsiapa yang mengucapkan sholawat kepadaku satu kali, maka Allah mengucapkan sholawat kepadanya 10 kali.” (HR. Muslim no. 408)TematikKeutamaan Sholawat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam Yang Sesuai SunnahBeranda Download Kajian Ustadz Ahmad Zainuddin Tematik Keutamaan Sholawat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam Yang Sesuai SunnahBy Radio Rodja | Senin, 22 Oktober 2018 pukul 2:57 pmTerakhir diperbaharui: Jumat, 25 Januari 2019 pukul 5:55 amTautan: https://rodja.id/23iKeutamaan Sholawat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam Yang Sesuai Sunnah adalah ceramah agama dan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc. langsung dari Masjid Al-Barkah, Kompleks Rodja, Jl. Pahlawan, belakang Polsek Cileungsi, Kampung Tengah RT 03 / RW 03, Cileungsi, Bogor. Pada sabtu, 4 Shafar 1440 H / 13 Oktober 2018 M.Daftar Isi [sembunyikan] Kajian Tentang Keutamaan Sholawat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam Yang Sesuai Sunnah – Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc. Keutamaan sholawat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam Simak dan Download mp3 Kajian Tentang Keutamaan Sholawat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam Yang Sesuai Sunnah – Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc.Kajian Tentang Keutamaan Sholawat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam Yang Sesuai Sunnah – Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc.Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas lanjutan dari apa yang sudah kita bahas. Yaitu Indahnya Bersholawat Sesuai Sunnah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tema ini diangkat untuk membuktikan dan memaparkan kepada khalayak ramai bahwa dakwah salaf tidak anti sholawat. Tetapi bersholawat yang diatas sunnah. Bukan sholawat yang mengada-ada. Bukan sholawat yang mendatangkan keutamaan-keutamaan apabila dibaca sekian kali, maka seperti ini. Oleh karena itu, kita ingin memaparkan keutamaan sholawat dengan hadits-hadits yang shaih. Bukan sembarangan hadits.Pada kesempatan kali ini dibahas tiga poin. Yaitu: Keutamaan bersholawat atas Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Peringatan keras agar tidak bersholawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan sholawat-sholawat yang bid’ah. Bacaan sholawat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang paling utama.Baca Juga:Hak-Hak Al-Qur’an yang Harus Ditunaikan Setiap Muslim – Bagian ke-1 – Tabshiratul Anam bil Huquqi fil Islam (Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc.)Keutamaan sholawat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallamAdapun keutamaan sholawat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah:Pertama, Mengerjakan perintah Allah subhanahu wa ta’alaApabila ada orang yang bersholawat atas Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, berarti dia mengerjakan perintah Allah subhanahu wa ta’ala. Allah berfirman:…ا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا ﴿٥٦﴾“…Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab[33]: 56)Kedua, mengikuti bersholawatnya Allah atas Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Meskipun seperti yang telah kita pelajari, berbeda sholawat Allah dengan sholawat manusia. Sholawat Allah kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam artinya Allah memuji Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa salam dihadapan para malaikatNya. Adapun sholawat manusia adalah mendo’akan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam agar senantiasa mendapatkan berkah dari Allah subhanahu wa ta’ala.Ketiga, menyepakati sholawatnya para malaikat atas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.Keempat, mendapatkan sepuluh pujian dari Allah subhanahu wa ta’ala tatkala bersholawat sekali atas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً وَاحِدَةً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ عَشْرًا“Barangsiapa yang mengucapkan sholawat kepadaku satu kali, maka Allah mengucapkan sholawat kepadanya 10 kali.” (HR. Muslim no. 408)Baca Juga:Kenapa Kita Wajib Mengikuti Salafush Shalih?Maksud dari Allah bersholawat atas seorang hamba tersebut adalah bahwa Allah akan memuji hamba tersebut dihadapan para malaikatNya sebanyak sepuluh kali pujian.Kelima, diangkat sepuluh derajat, ditulis untuknya sepuluh kebaikan, dihapuskan darinya sepuluh dosa bagi siapa yang bersholawat atas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.Dari Anas bin Malik radhiyallaahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً وَاحِدَةً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ عَشْرَ صَلَوَاتٍ وَحُطَّتْ عَنْهُ عَشْرُ خَطَيَاتٍ وَرُفِعَتْ لَهُ عَشْرُ دَرَجَاتٍ“Barangsiapa yang bersholawat kepadaku satu kali, maka Allah bersholawat kepadanya 10 kali shalawat, dihapuskan darinya 10 kesalahan, dan ditinggikan baginya 10 derajat.” (HR. an-Nasa’i).Hadits ini umum dan tidak ada pembatasan waktu, tempat, keadaan, tatacara, maka biarkan dia pada keumumannya. Karena pembatasan harus dengan dalil. Dan siapa yang membatasi tanpa dalil, maka itu berarti mengadakan perbuatan bid’ah (mengada-ada).Keenam, sholawat lebih cepat mengabulkan do’a.كُلُّ دُعَاءٍ يُدْعَى اللَّهُ عَزَّ وَ جَلَّ بِهِ مَحْجُوبٌ عَنِ السَّمَاءِ حَتَّى يُصَلَّى عَلَى مُحَمَّدٍ“Semua doa itu terhalang, sampai dibacakan sholawat untuk Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam”Ketujuh, sholawat penyebab datangnya syafa’at, apabila dibarengi dengan meminta wasilah untuk Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa salam.Dari Abu Ad-Darda radhiyallaahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:مَنْ صَلَّى عَلَيَّ حِينَ يُصْبِحُ عَشْرًا وَحِينَ يُمْسِي عَشْرًا أَدْرَكَتْهُ شَفَاعَتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِTematikKeutamaan Sholawat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam Yang Sesuai SunnahBeranda Download Kajian Ustadz Ahmad Zainuddin Tematik Keutamaan Sholawat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam Yang Sesuai SunnahBy Radio Rodja | Senin, 22 Oktober 2018 pukul 2:57 pmTerakhir diperbaharui: Jumat, 25 Januari 2019 pukul 5:55 amTautan: https://rodja.id/23iKeutamaan Sholawat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam Yang Sesuai Sunnah adalah ceramah agama dan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc. langsung dari Masjid Al-Barkah, Kompleks Rodja, Jl. Pahlawan, belakang Polsek Cileungsi, Kampung Tengah RT 03 / RW 03, Cileungsi, Bogor. Pada sabtu, 4 Shafar 1440 H / 13 Oktober 2018 M.Daftar Isi [sembunyikan] Kajian Tentang Keutamaan Sholawat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam Yang Sesuai Sunnah – Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc. Keutamaan sholawat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam Simak dan Download mp3 Kajian Tentang Keutamaan Sholawat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam Yang Sesuai Sunnah – Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc.Kajian Tentang Keutamaan Sholawat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam Yang Sesuai Sunnah – Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc.Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas lanjutan dari apa yang sudah kita bahas. Yaitu Indahnya Bersholawat Sesuai Sunnah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tema ini diangkat untuk membuktikan dan memaparkan kepada khalayak ramai bahwa dakwah salaf tidak anti sholawat. Tetapi bersholawat yang diatas sunnah. Bukan sholawat yang mengada-ada. Bukan sholawat yang mendatangkan keutamaan-keutamaan apabila dibaca sekian kali, maka seperti ini. Oleh karena itu, kita ingin memaparkan keutamaan sholawat dengan hadits-hadits yang shaih. Bukan sembarangan hadits.Pada kesempatan kali ini dibahas tiga poin. Yaitu: Keutamaan bersholawat atas Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Peringatan keras agar tidak bersholawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan sholawat-sholawat yang bid’ah. Bacaan sholawat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang paling utama.Baca Juga:Hak-Hak Al-Qur’an yang Harus Ditunaikan Setiap Muslim – Bagian ke-1 – Tabshiratul Anam bil Huquqi fil Islam (Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc.)Keutamaan sholawat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallamAdapun keutamaan sholawat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah:Pertama, Mengerjakan perintah Allah subhanahu wa ta’alaApabila ada orang yang bersholawat atas Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, berarti dia mengerjakan perintah Allah subhanahu wa ta’ala. Allah berfirman:…ا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا ﴿٥٦﴾“…Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab[33]: 56)Kedua, mengikuti bersholawatnya Allah atas Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Meskipun seperti yang telah kita pelajari, berbeda sholawat Allah dengan sholawat manusia. Sholawat Allah kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam artinya Allah memuji Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa salam dihadapan para malaikatNya. Adapun sholawat manusia adalah mendo’akan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam agar senantiasa mendapatkan berkah dari Allah subhanahu wa ta’ala.Ketiga, menyepakati sholawatnya para malaikat atas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.Keempat, mendapatkan sepuluh pujian dari Allah subhanahu wa ta’ala tatkala bersholawat sekali atas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً وَاحِدَةً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ عَشْرًا“Barangsiapa yang mengucapkan sholawat kepadaku satu kali, maka Allah mengucapkan sholawat kepadanya 10 kali.” (HR. Muslim no. 408)Baca Juga:Kenapa Kita Wajib Mengikuti Salafush Shalih?Maksud dari Allah bersholawat atas seorang hamba tersebut adalah bahwa Allah akan memuji hamba tersebut dihadapan para malaikatNya sebanyak sepuluh kali pujian.Kelima, diangkat sepuluh derajat, ditulis untuknya sepuluh kebaikan, dihapuskan darinya sepuluh dosa bagi siapa yang bersholawat atas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.Dari Anas bin Malik radhiyallaahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً وَاحِدَةً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ عَشْرَ صَلَوَاتٍ وَحُطَّتْ عَنْهُ عَشْرُ خَطَيَاتٍ وَرُفِعَتْ لَهُ عَشْرُ دَرَجَاتٍ“Barangsiapa yang bersholawat kepadaku satu kali, maka Allah bersholawat kepadanya 10 kali shalawat, dihapuskan darinya 10 kesalahan, dan ditinggikan baginya 10 derajat.” (HR. an-Nasa’i).Hadits ini umum dan tidak ada pembatasan waktu, tempat, keadaan, tatacara, maka biarkan dia pada keumumannya. Karena pembatasan harus dengan dalil. Dan siapa yang membatasi tanpa dalil, maka itu berarti mengadakan perbuatan bid’ah (mengada-ada).Keenam, sholawat lebih cepat mengabulkan do’a.كُلُّ دُعَاءٍ يُدْعَى اللَّهُ عَزَّ وَ جَلَّ بِهِ مَحْجُوبٌ عَنِ السَّمَاءِ حَتَّى يُصَلَّى عَلَى مُحَمَّدٍ“Semua doa itu terhalang, sampai dibacakan sholawat untuk Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam”Ketujuh, sholawat penyebab datangnya syafa’at, apabila dibarengi dengan meminta wasilah untuk Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa salam.Dari Abu Ad-Darda radhiyallaahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:مَنْ صَلَّى عَلَيَّ حِينَ يُصْبِحُ عَشْرًا وَحِينَ يُمْسِي عَشْرًا أَدْرَكَتْهُ شَفَاعَتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِBaca Juga:Ahlus Sunnah wal Jama’ah Tidak Membenarkan Dukun“Barangsiapa yang bersholawat kepadaku di pagi hari 10 kali dan di sore hari 10 kali, maka dia akan mendapatkan syafaatku pada hari kiamat.” (HR. at-Tabrani).Kedelapan, sholawat adalah penyebab dikembalikannya ruh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menjawab sholawat yang bersholawat atas beliau.Kesembilan, sholawat penyebab bau wanginya sebuah majelis yang tidak akan menjadi kerugiaan bagi orang yang bermajelis nanti pada hari kiamat.Kesepuluh, bersholawat menghilangkan sifat bakhil pada seorang hamba. Yang apabila disebutkan nama Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka dia bersholawat atas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,الْبَخِيلُ الَّذِى مَنْ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَىَّ“Orang yang disebut pelit adalah orang yang ketika disebut namaku di sisinya lalu ia tidak bershalawat untukku.” (HR. Tirmidzi)Kenapa disebut bakhil? Karena menggerakkan lisan tidaklah letih, tidak mengeluarkan tenaga, begitu mudah dikerjakan dan merupakan kesempatan emas, tetapi dia tidak mau bersholawat.Kesebelas, bersholawat menyelamatkan seseorang dari kerugian di dunia dan di akhirat.Termasuk dalam keutamaan sholawat yang disebutkan dalam hadits Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah hadits riwayat Imam Tirmidzi. Yaitu hadits dari Ubay bin Ka’ab radhiyallahu ‘anhu:كَانَ رَسُولُ اللهِ ﷺ إِذَا ذَهَبَ ثُلُثَا اللَّيْلِ قَامَ فَقَالَ: يَا أَيُّهَا النَّاسُ اذْكُرُوا اللَّهَ اذْكُرُوا اللهَ جَاءَتِ الرَّاجِفَةُ تَتْبَعُهَا الرَّادِفَةُ جَاءَ المَوْتُ بِمَا فِيهِ جَاءَ المَوْتُ بِمَا فِيهِ، قَالَ أُبَيٌّ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللهِ إِنِّي أُكْثِرُ الصَّلاَةَ عَلَيْكَ فَكَمْ أَجْعَلُ لَكَ مِنْ صَلاَتِي؟ فَقَالَ: مَا شِئْتَ. قَالَ: قُلْتُ: الرُّبُعَ، قَالَ: مَا شِئْتَ فَإِنْ زِدْتَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكَ، قُلْتُ: النِّصْفَ، قَالَ: مَا شِئْتَ، فَإِنْ زِدْتَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكَ، قَالَ: قُلْتُ: فَالثُّلُثَيْنِ، قَالَ: مَا شِئْتَ، فَإِنْ زِدْتَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكَ، قُلْتُ: أَجْعَلُ لَكَ صَلَاتِي كُلَّهَا قَالَ: إِذًا تُكْفَى هَمَّكَ، وَيُغْفَرُ لَكَ ذَنْبُكَRasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila telah berlalu dua per tiga malam bangun dan berkata: “Hai manusia, berdzikirlah kalian kepada Allah, berdzikirlah kalian kepada Allah. Pasti datang tiupan pertama yang menghancurkan alam. Lalu mengikutinya tiupan kedua yang membangkitkan. Kematian dan semua yang ada padanya pasti datang. Kematian dan semua yang ada padanya pasti datang.” Ubay bertanya: “Wahai Rasulullah, saya ingin memperbanyak shalawat untukmu, berapa banyak aku harus bershalawat untukmu dari do’aku?” Beliau menjawab: “Terserah kamu.” Ubay bertanya: “seperempat?” Beliau menjawab: “Terserah kamu. Jika kamu tambah, itu baik untukmu.” Ubay bertanya: “Kalau setengah?” Beliau menjawab: “Terserah kamu. Jika kamu tambah, itu baik untukmu.” Ubay bertanya lagi: “Kalau dua per tiga?” Beliau menjawab: “Terserah kamu. Jika kamu tambah, itu baik untukmu.” Ubay bertanya: “Kalau begitu aku jadikan do’aku semuanya untuk (bershalawat atas)-mu.” Beliau menjawab: “Jika demikian, pasti dicukupkan kebutuhanmu dan diampuni dosamu.” (HR. at-Tirmidzi).Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullahu ta’ala mengatakan bahwa dari hadits di atas terdapat keutamaan bersholawat atas Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam. Juga terdapat perintah untuk bersholawat atas Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Juga diambilkan dalil dari hadits di atas bahwa para sahabat Nabi radhiyallahu ‘anhum sangat perhatian terhadap amaliyah sholawat. Dan telah terdapat dengan jelas hadits-hadits yang kuat yang menunjukkan keutamaan bersholawat atas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.sumber : https://www.radiorodja.com/44942-keutamaan-sholawat-nabi…/

“DR. KHALID BERBINCANG DGN PASIENNYA YG SEDANG SAKARATUL MAUT”

Posted on


Portalislami.com – Setiap orang pasti mengalami yang namanya kematian. Sebelum kematian itu datang, seseorang akan menghadapi yang namanya sakaratul maut, detik-detik menegangkan dan menyakitkan sebelum seseorang benar-benar meninggal.

Dikutip laman Syahida, seorang dokter bernama Dr Khalid Al-Jubair di Arab Saudi, pernah mengalami pengalaman yang menakutkan, di mana ia pernah berbicara dengan orang yang sedang menghadapi sakaratul maut.

Dr.Khalid Al- Jubair yang merupakan seorang ahli bedah jatung di Arab Saudi, menceritakan kejadian menakutkan yang dialaminya ketika berbincang dengan pasiennya yang sedang sekarat.

Suatu hari seorang perawat menelepon Dr Khalid bahwa ada pasien yang infusnya tidak berjalan dengan baik pada tangan sebelah kanannya, konsekuensinya harus dipindahkan ke tangan sebelah kirinya.

Dr Khalid pun menghampiri pasien tersebut, yang sudah dirawat di rumah sakit selama 6 bulan. Pada 5 bulan pertama ia masih berbincang-bincang dengan Dr Khalid, dan pada bulan keenam, pasien itu pingsan secara total dan tidak bisa bergerak sedikitpun.

Maka didatangilah pasien tersebut oleh Dr Khalid, dia mengecek tangan sebelah kirinya untuk mencari urat untuk dimasukkan infus. Tiba-tiba dia dikagetkan ketika pasien yang tak sadarkan diri itu berbicara dengannya.

“Dr.Khalid apa yang akan kamu lakukan? Apakah kamu Dr.Khalid?” ujar pasien itu.

“Ya betul saya Dr.Khalid.” jawab Dr Khalid.

“Apa yang akan kamu lakukan?” tegas pasien tersebut.

“Saya akan mencari urat tangan kiri Anda untuk dimemasukan infus,” jawab sang dokter.

Lalu pasien itu berkata, “Tidak! Kamu tidak akan menemukan urat tersebut karena saya sudah menjadi mayat.”

“Tidak kamu bukan mayat,” tegas Dr. Khalid.

Kemudian pasien itu berkata, “Wahai dokter! Saya sudah menjadi mayat.”

“Tidak! Kamu bukan mayat,” Dr Khalid menjawab dengan tegas.

“Wahai dokter saya sudah menjadi mayat, saya mellihat apa yang tidak kamu lihat. Sungguh saya melihat malaikat maut berada di depan saya sekarang,” ujar pasien tersebut.

Tangan pasien itu masih berada di genggaman Dr Khalid, dan kemudian dia teringat dengan salah satu hadist yang shohih dari Al-Barro’ bin adzib radhiyallahu’anhu, di mana Rasulullah SAW bersabda,

” Apabila salah seorang dari kalian menghadap akhirat dan meninggalkan dunia (sakaratull maut) dan ia tergolong orang sholeh maka ia akan melihat (sejauh mata memandang), para malaikat yang putih wajahnya. Mereka adalah para malaikat ramah dan ia akan melihat kedudukanya di surga.”

Selama lebih dari 30 tahun pengabdiannya di rumah sakit, Dr Khalid pernah mengalami kejadian serupa, di mana ia melihat tiga orang yang menghadapi sakaratul maut, sebelum mereka meninggal.

“Wahai dokter janganlah kamu buat cape dirimu, sungguh aku telah melihat kedudukanku di surga dan para bidadari telah disiapkan untukku,” ujar salah satu pasien pertama yang sekarat.

“Bahwa sesunguhnya saya telah mencium aroma surga sekarang,” kata pasien sekarat kedua.

“Sungguh saya melihat surga sekarang,” ujar pasien ketiga yang sekarat.

Dalam ilmu medis, orang yang sedang menghadapi sakaratul maut tidak akan bisa berbicara ataupun bergerak. Tapi, pengalaman yang diceritakan Dr Khalid benar-benar sangat mengejutkan, di mana ia mampu berbicara dengan orang yang sekarat dan mengetahui apa yang sedang dihadapi seseorang yang diambang kematian.

Ibnu Abi Ad-Dunya rahimahullah meriwayatkan dari Syaddad bin Aus Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Kematian adalah kengerian yang paling dahsyat di dunia dan akhirat bagi orang yang beriman. Kematian lebih menyakitkan dari goresan gergaji, sayatan gunting, panasnya air mendidih di bejana.

Seandainya ada mayat yang dibangkitkan dan menceritakan kepada penduduk dunia tentang sakitnya kematian, niscaya penghuni dunia tidak akan nyaman dengan hidupnya dan tidak nyenyak dalam tidurnya.”

Semoga kisah ini mengingatkan kita bahwa sebagai manusia, suatu saat nanti kita pasti mengalami yang namanya kematian. Oleh karena itu, sebelum kematian itu tiba dan semua pintu amal tertutup, mari kita tingkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT

“KISAH YANG MENYEBABKAN HIDAYAH”

Posted on


(Mungkin ada yg sudah pernah baca, namun bagus untuk motifasi dan bahan renungan)

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim .. Saya ada cerita tentang sahabat saya beda profesi tapi amalannya sama dengan saya. Dia selalu menjaga sholat diawal waktu. Apa yang terjadi? Dengan menjaga sholat wajib di awal waktu ternyata dia mendapatkan keberkahan yang tidak pernah terbayang sebelumnya.

Sahabat saya yang satu ini, profesi awalnya adalah sopir angkot. Setiap hari dia menyupir angkot dengan sistem setoran ke majikan. Setor karena angkotnya punya orang lain.

Nah suatu hari, majikannya bangkrut. Karena semakin mahalnya harga bensin. Akhirnya sahabat saya ini katakanlah Udin, dia jadi tidak punya mata pencaharian. Karena angkot majikannya sudah dijual. Karena Udin bukan tipe orang yang Read the rest of this entry »